Minggu, 11 Mei 2014

Misteri Maulid Nabi



MISTERI MAULID NABI
           
            Robi’ul awal adalah bulan kelahiran nabi Muhammad SAW. semua masyrakat muslim seluruh dunia ikut merayakan bulan kelahiran sang pembawa risalah ilahiah tersebut, tua muda kaum adam maupun hawa, semuanya hanyut dalam irama sholawat pada beliau. Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad.

            Namun sering terdengar pertanyaan-pertanyaan dari kaum yang kritis seputar maulid, di antaranya : Bagaimana Hukumnya memperingati Maulid Nabi?? Nabi Muhammad sendiri tidak pernah merayakan hari kelahirannya, para sahabat tabi’in sampai tabi’it tabi’in juga tidak merayakan maulidun Nabi, berarti itu kan bid’ah? 

Imam As-suyuthi menjawab dalam salah satu kitabnya bahwa orang pertama yang merayakan maulid ialah Raja …………. Beliau bersedekah 300.000 Dinar dengan ikhlas dan membacakan sya’ir-sya’ir, puisi, prosa & nadlom tentang kemuliaan Nabi, sifat-saifat Nabi, perangai Nabi, akhlak Nabi. 

Kemudian berkembang ke seluruh dunia & kegiatannya pun berkembang, ada yang hanya mengundang tetangga yang di bersamakan dengan haul keluarga yang telah wafat dan hanya membaca sholawat diba’iyah, ada yang merayakan dengan cara mengganti kegiatan khataman/sarwah dengan pembacaan diba’iyah & ada juga yang merayakan dengan cara bakti social, shodaqoh, seminar & pengajian yang isinya ajakan untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah & cinta serta meniru suri tauladan Nabi Muhammad SAW. 
            Jadi kalau melihat sejarahnya di atas sangat benar bahwa memperingati maulid adalah bid’ah sedangkan ada qoul nabi “Kullu bid’atin Dlolalah” berarti memperingati maulid itu dlolalah donk?? 

Entar dulu jangan langsung tancap gas, menurut Imam As-suyuthi lafadz kullu dalam hadits tersebut ialah kullu yang bermakna Juz’I untuk lebih jelasnya buka sendiri dah kitab-kitab balaghah!! jangan hanya di buka, tapi juga harus  di baca & di pahami! Jadi konklusinya memperingati maulid nabi itu bulih-bulih saja karena meskipun bid’ah itu termasuk bid’ah yang hasanah, kalau mau tau macam-macamnya bid’ah buka sendiri kitabnya!! Kalau ga’ salah di kitab Nurud dlolam ada. 
       Nah sekarang ada satu mazalah lagi, yaitu kebanyakan yang membaca sholawat/diba’iyah tu seorang perempuan yang masih muda fresh & menarik, suaranya sangat merasuk ke relung-relung hati para mustami’nya, kalau masalah baca dengan gaya-gaya sekarang yang pake’ nada yang lengga’lenggo’  tu ga’ pa-pa masih dapat pahala palagi di ikuti alunan hadrah tambah kompleks dech. Namun titik permasalahannya adalah menurut ijma’ ulama’ bahkan sabda Nabi, bahwa suara seorang perempuan adalah aurat, jadi ga’ boleh di dengar oleh para lelaki yang bukan mahramnya. lantas bagaimana sholawat yang di iringi hadrah di PPSM putri ini apakah yang mendengar tu D O S A ?? 

Awalnya penulis juga mikir, apakah saya dosa mendengar seni hadrah putri? Mengingat suara perempuan itu aurat, tapi ini kan sholawat masa’ dosa tah?? Ini jadi tanda Tanya besar di hati penulis. 

Namun Alhamdulillah pertanyaan ini terjawab ketika liburan pesantren, habis sholat subuh penulis menonton TV program Solusi keluarga Sakinah Mamah & Aa’. Nah, di acara tersebut ada audient yang bertanya, yang pertanyaannya sama dengan selama ini jadi pertanyaan di hati penulis yaitu tentang hukum suara seorang perempuan, sebelum di jawab hati penulis sempat deg deg’an. Tapi setelah di jawab oleh mamah (pendakwah) hati ini jadi lega, karena tidak semua suara perempuan itu aurat, misalkan qiro’atul qur’an, sholawat & semacamnya itu bukan aurat. akan  tetapi suara yang termasuk aurat, ialah suara yang di ikuti desis-desis. maksudnya mendesis seperti “ah ah ah” artinya suara-suara dalam lagu dangdut yang ada kalimat ah ah ahnya itu, seperti lagu kucing garong dll & dapat menimbulkan syahwat para lelaki, itulah suara perempuan yang termasuk aurat & otommatis mendengarnya D O S A tandas beliau. 

Jadi untuk tim hadrah putri lanjutkanlah kreasi kalian!! 

Baca & sebarkan sholawat, serta tanamkan cinta sholawat nabi!!. 

Dan untuk santri putra tinggalkan kebiasaan mendengar lagu-lagu yang ada ah ah ah nya itu, mending kita mendengar lagu-lagu yang memberikan motivasi bagi kita untuk tambah maju & tambah dekat dengan Allah & Rasulnya.

 Untuk lebih jelasnya ayo mulai sekarang kita dengarkan lantunan-lantunan sholawat!! pasti kita tambah khusyu’, apalagi kalau suara qori’nya bagus & masih di iringi seni hadrah, Insya Allah kita bisa mendapatkan syafaat nabi. Allhumma Sholli ala sayyidina Muhammad.
Wassalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar