Judul
ini sangat urgen bagi kaum pemuda dalam memilih calon pendamping hidup, dan
juga sangat urgen bagi kaum wanita tuk mengisi kehidupannya. Sengaja penulis
menulis artikel ini tujuannya untuk menambah wawasan dan motivasi bagi pembaca (santri
PPSM) santri putri khususnya dalam menentukan kiblat/arah tujuan masa depannya
demi meraih kebaikan di dunia & akhirat.
Mungkin
ada sedikit kejanggalan di pikiran pembaca, apa sih bedanya antara akhwat &
cewek?? Bukannya tu cuman beda bahasa aja?
Memang
benar bahwa itu hanya perbedaan bahasa aja, akhwat itu dari bahasa Arab yang
artinya saudara perempuan & cewek juga seorang perempuan, namun di samping
itu ada juga yang membedakan ke duanya, yaitu amaliah al-yaumiahnya. Jadi
meskipun secara qudrat ilahiahnya sama, yaitu sama-sama wanita namun busana, sifat,
tingkah laku, cara pandang, prinsip hidup, gaya hidup, motivasi, hobi & cita-citanya
berbeda.
Akhwat
adalah sosok wanita dengan jilbab besar, selalu menundukkan mata, menjaga
kehormatan dan tentunya aktif dalam dunia keislaman. Sedang cewek biasa diartikan dengan perempuan muda belia
(ABG), sedikit manja & gaul men.
Untuk lebih jelasnya akan dipaparkan perbedaan-perbedaan pada Akhwat & cewek, mau tau?? Baca terus donk!! Ok?
Untuk lebih jelasnya akan dipaparkan perbedaan-perbedaan pada Akhwat & cewek, mau tau?? Baca terus donk!! Ok?
Cewek
masa kini ciri-cirinya adalah mengutamakan penampilan, semua pengen punya
penampilan yang cuantik, aduhai & seksi segala macam cara dilakukan mulai
dari makai bedak, lipstick, lulur, gelang, kalung, anting, sampai makai anting di
hidung segala, kaya’ Karena kapoor hehe. Cewek juga maunya bebas berbusana, yakni
senangnya yang ada buka bukanya gitu dech, pokoknya maunya yang bebas-bebas,
bebas berbusana, bebas bergaul, maksudnya semua orang dia gauli, jangan ngeres
dulu ya! maksudnya semua orang yang dia kenal dijadikan teman akrab ga’
pilih-pilih dulu, ga’ pandang jenis kelamin & ga’ pandang bulu, juga maunya
bebas berkarir maksudnya pengen jadi orang terkenal ato mempunyai profesi yang
hebat. itu semua sich yajuz-yajuz aja, but harus yang sesuai dengan qodrat seorang
wanita donk!
Misalkan jadi guru, Dosen, dokter, presenter, pegawai bank, dll namun bila ingin jadi kades, bupati, gubernur & presiden tu kurang pantes ja, cz wanita tu dlo’ifah/feminine alias lemah ga’ tahan banting, apalagi kalau mau jadi tentara, itu sudah T E R LA L U, katanya alan. Hehe
Misalkan jadi guru, Dosen, dokter, presenter, pegawai bank, dll namun bila ingin jadi kades, bupati, gubernur & presiden tu kurang pantes ja, cz wanita tu dlo’ifah/feminine alias lemah ga’ tahan banting, apalagi kalau mau jadi tentara, itu sudah T E R LA L U, katanya alan. Hehe
Berbeda
dengan Akhwat, cirri-cirinya ialah senantiasa berpakaian yang sesuai syari’at
& budaya bangsa Indonesia,
yakni berpakaian rapi & berjilbab ga’ buka bukaan & ga’ makai baju yang
ketat-ketat, disamping itu dia juga Buta huruf tentang pacaran, maksudnya ga’
kenal & ga’ mau kenal sama yang namanya pacaran prinsipnya dia mau pacaran
setelah menikah, dengan siapa?? Ya dengan suaminya lah, artinya dia akan
mencurahkan semua rasa cinta, kasih & sayangnya hanya pada suaminya. Yang
terakhir dia lebih cinta pada Tuhannya yakni Allah & Rasulnya Nabi Muhammad
serta Wanita-wanita sholihah adalah idolanya sepeti :
Sayyidah Khodijah, Maryam, Aisyah, Fatimah Azzahro, Robi’ah al- Adawiyah sampai RA. Kartini dll.
Sayyidah Khodijah, Maryam, Aisyah, Fatimah Azzahro, Robi’ah al- Adawiyah sampai RA. Kartini dll.
Nah
sekarang kira-kira pembaca (Lk) mau yang mana akhwat ato cewek??
&
pembaca (Pr) mau ngikut yang Akhwat ato ngikut yang cewek??
Kalau
menurut pendapat penulis ya lebih baik pilih yang akhwat, pasti bakal bahagia
& harmonis, yang (Pr) lebih baik ngikut jejak akhwat cz ada sabda Nabi Muhammad
SAW yang kesimpulannya bahwa pada akhir zaman banyak wanita-wanita yang
berlebih-lebihan dalam berpakaian/berpenampilan akan tetapi mereka tidak akan mencium
aroma surga artinya mazuq N E R A K A, na’udzu billah min dzalik.
Allahumma
sallimna wal muslimin, Allahumma ij’alna min ahliljannah wala taj’alna min
ahlinnar.
Amin
Wslm

Tidak ada komentar:
Posting Komentar