Minggu, 11 Mei 2014

Doa Untuk Sang Sahabat



Doa Untuk Sang Sahabat

                Hari rabu tgl 21 Juli 2004 adalah awal ku melihat wajahnya, dan menjalin persahabatan dengannya di pondok tercinta ini, pagi kami berangkat sekolah, sore sekolah diniyah, malam ngaji qur’an & kitab bersama. itulah kebiasaan kami di PPSM. canda,  tawa, marah, senyum dan debat adalah hal yang biasa kami lakukan, sampai suatu hari ayahnya dipanggil oleh Allah. setelah itu dia merasa bingung, apakah tetap di pondok atau berhenti mondok tuk membantu ibunya, akhirnya dengan terpaksa dia memilih untuk berhenti guna membantu ibunya.
                2008 dia lulus dari MA, dan berkat dukungan keluarganya dia melanjutkan study di kampus putih STAI ZAHA, kekritisannya dalam berfikir mulai nampak semenjak dia berstatus mahasiswa, terutama sejak dirinya bergabung dalam sebuah organisasi ekstra kampus, yaitu PMII. Angan dan cita-citanya begitu tinggi, dan ku yaqin, sangat sulit tuk menemukan orang yang mempunyai sifat mental keberanian seperti dia. 

       Sejak dia kuliah dari rumahnya, dia mengawali paginya dengan membantu orang tuanya, yakni nyabit di sawah tuk makan ternaknya, kemudian dia berangkat kuliyah menggunakan sepeda motor tua, suatu hari sepeda motornya rusak dia menggunakan sepeda engkol tua yang tidak layak dipakai kuliyah dengan jarak tempuh -+15 km, namun dia tetap enjoy karena dia mempunyai prinsip tidak akan selamanya dia begini suatu saat dia akan meraih kesuksesan. 
                Sejak kuliyah kami tidak bersama lagi, karena aku tinggal di pondok, sementara dia berangkat dari rumahnya, kehidupan kami berbeda, namun apabila ada kesulitan dan masalah, kami masih sering shering/musyawaroh, baik bertemu langsung atau lewat via sms, dan sejak itu sering ku menemukan hal-hal yang kontroversi darinya, dia sering berkata jauh dari kemampuan akal orang sebayanya, dia sering berkata dengan nada canda namun ku yakin kata-kata itu keluar dari lubuk hatinya yang paling dalam.
Diantara kata-katanya :

  1. Aku pernah sowan ke pak kiai Nur Kholis maron lewat sms tentang Assalamu’alaikum “pak kiai apakah boleh Assalamu’alaikum diganti dengan selamat pagi kan islam itu rahmatan lil Alamin bukan rahmatan lil Arab?? Tidak boleh kata sang kiai karena Assalamu’alaikum mengandung do’a sedangkan selamat pagi tidak, dia tanya’ lagi ”kalau di tambah semoga selamat pagi bagaimana pak kiai?? Boleh jawab sang kiai.
  2.  Dia bertanya kepadaku (penulis) ”bang bagaimana pendapatmu tentang seorang pastur amerika yang mau membakar al-qur’an apakah kita harus ikut menolak dan mencegahnya?? Ia harus, wajib kita menolak hal tsb jawabku, kalau menurutku tidak usah, ngapain kita repot-repot biarin aja pastur itu melakukan aksinya kita tenang aja karena Al-qur’an itu Allah langsung yang menjaganya sebagaimana firmannya : Wa Inna Lahu Lahafidun. Ungkapnya disertai sedikit tawa.
  3. Bang aku tergugah dengan seorang temanku dia sekarang kuliyah di UI kerjanya cuman ngojek di jakarta awalnya tamat SLTA dia ijin kpd ibunya mau bekerja di jakarta setelah mendapat izin dia berangkat dengan sepeda motornya, dan di jakarta dia di terima kuliyah di UI, aku juga pengen seperti dia aku mau nyoba’ kuliyah S2 nanti di UI sambil kerja ngojek, katanya dengan serius dan mantap.
  4. Bang ku tadi malam bermimpi almarhum abah, beliau mengajakku bepergian, aku ikut namun sebelum sampai aku balik sedangkan abah terus melanjutkan perjalanannya. Untung kamu balik seandainya kamu terus itu berarti kamu dah mau mati, kataku dengan nada canda. 
Dan diantara smsnya adalah

  1. Tgl 26-12-2010 ” bang tgl 26 adalah hari sial bagi Indonesia, mulai dari Tsunami aceh, gempa jogja, sunami mentawai, warior, lapindo, merapi meletus semuanya tgl 26 bahkan sekarang tgl 26 Desember Indonesia di bekuk 3-0 oleh musuh kebuyutan Malaysia di bukit jalil. Katanya dalam sms, namun tanpa dia sadari setelah satu bulan berselang tepatnya (26 januari 2011) giliran dia sendirilah yang di panggil Oleh Allah SWT. Allahummagfirlahu 
  2. Tgl 13-01-2011 ” Jangan bangga dengan rumah bagus n besar karena rumah terakhir kita adalah kuburan, jangan bangga dengan baju bagus karena baju terakhir kita adalah kain kafan, jangan bangga dengan mobil & motor  bagus karena kendaraan terakhir kita adalah Keranda (sms ini adalah yang terakhir darinya)

Kini dia telah tiada, perasaan sedih yang amat dalam dirasakan oleh orang-orang yang mengenalnya, terutama pihak keluarga dan sahabat-sahabatnya, tak terkecuali aku (penulis)

Pagi itu aku mendapat kabar lewat sms tentang kewafatannya, hatiku langsung tersentak dan sedikit tidak percaya, mengingat dirinya masih muda dan sehat, namun beberapa saat ku mendapat kabar yang pasti akan kewafatannya. 

Kini harapan, angan dan cita-citanya yang sangat agung itu telah pupus pikirku. Namun aku akhirnya sadar bahwa itu semua adalah ketentuan dari Allah. Manusia hanya bisa ber ikhtiar, meskipun cita-cita dunianya tidak tercapai, semoga cita-cita akhiratnya tercapai yakni mendapat maghfirah dari Allah dan Syafa’at Nabi Muhammad sehingga dia mendapat jannah Amin.  

Selamat jalan sahabatku
Semoga Arwahmu di terima di sisi-Nya
Semoga Allah mengampuni dosa-dosamu
Dan semoga kita nanti  bisa bertemu di Surga.
  Amin

            Pembaca yang budiman santri PPSM khususnya maksud penulis menulis artikel ini adalah untuk mengenang salah satu sahabat kita yang juga pernah duduk di bangku madrasah ini, sengaja penulis menyebut profil, angan dan cita-citanya tujuannya agar kita termotivasi dengannya. Wassalam.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar