Manusia adalah makhluk yang paling sempurna di antara makhluk-makhluk Allah. Dalam Al-Qur’an : Laqod kholaqnal Insana Fi Ahsani Taqwim, “Sesungguhnya Kami telah
menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.
Subhanallah, Alangkah beruntungnya manusia, mendapat perhatian, kasih
sayang yang sangat besar dari Allah. Allah memberi bentuk tubuh yang sangat
sempurna,dari ujung rambut sampai ujung kaki tersusun rapi, Allah juga
memberikan nikmat-nikmatnya kepada manusia, di beri nikmat duniawiah seprti
rumah, harta, anak, istri dll dan juga akan diberi nikmat ukhrowiah seperti
ampunan, rahmat, surga dan bidadari ain.
Namun apakah selamanya manusia akan menjadi makhluk yang paling sempurna??
Apakah selamanya manusia akan mendapatkan nikmat yang melimpah ruah??
Bukankah Allah disamping menciptakan surga juga menciptakan neraka??
Lalu siapakah penghuni neraka tersebut??
Bukankah Allah telah berfirman : La’amla’anna jahannama minal jinnati
wannasi ajma’in??
Manusia terlahir ke dunia dalam keadaan fitrah (suci), kemudian seiring dengan
perkembangannya, waktu, keluarga, lingkungan, dan pendidikanlah yang sangat
berperan mencetak dirinya, sehingga menjadi orang beruntung atau celaka.
Dunia adalah tempat menanam dan akhiratlah tempat memetik buahnya, apabila
menanam kebaikan maka akan memetik kebaikan, apabila menanam kejelekan maka
akan memetik kejelekan pula, “In Khoiron Fa khoirun wa In Sarron Fasarrun”.
Setelah hidup di dunia, manusia akan merasakan kematian dan kuburanlah tempatnya, tempat transit antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat, tempat penantian, yaitu sebuah tempat yang bisa menjadi Raudloh min riyadlil jannah (sebuah taman di antara taman-taman surga) yang penuh dengan kenikmatan, atau Khufroh min khufarin niron (sebuah jurang di antara jurang-jurang Neraka.
Kemudian ada dua pilihan bagi manusia yaitu ilal jannah am ilan nar, masuk surga atau neraka, maka beruntunglah bagi manusia yang masuk surga karena dia tetap menjadi makhluk yang paling sempurna. Dan celakalah bagi yang masuk neraka karena dia telah melepas titel sebagai makhluk yang paling sempurna menjadi makhluk yang paling hina, yang tempatnya di bawah dasar neraka, sebagaimana Firman Allah : “Tsumma radadnahu asfala safilin” Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka).
Setelah hidup di dunia, manusia akan merasakan kematian dan kuburanlah tempatnya, tempat transit antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat, tempat penantian, yaitu sebuah tempat yang bisa menjadi Raudloh min riyadlil jannah (sebuah taman di antara taman-taman surga) yang penuh dengan kenikmatan, atau Khufroh min khufarin niron (sebuah jurang di antara jurang-jurang Neraka.
Kemudian ada dua pilihan bagi manusia yaitu ilal jannah am ilan nar, masuk surga atau neraka, maka beruntunglah bagi manusia yang masuk surga karena dia tetap menjadi makhluk yang paling sempurna. Dan celakalah bagi yang masuk neraka karena dia telah melepas titel sebagai makhluk yang paling sempurna menjadi makhluk yang paling hina, yang tempatnya di bawah dasar neraka, sebagaimana Firman Allah : “Tsumma radadnahu asfala safilin” Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka).
Walaupun manusia dengan berbekal akal di otaknya dan iman di hatinya, tapi
masih belum bisa memastikan dirinya akan mendapat surga, hanya Allah lah dzat
yang maha mengetahui, maha menentukan dengan taqdirnya, manusia hanya bisa
berusaha dengan beribadah, bertaqwa dan berdoa kepada-Nya
JA’ALANA ALLAHU MINAL FALIHIN AMIN!!
@hm@d muz@mmil

Tidak ada komentar:
Posting Komentar