Minggu, 11 Mei 2014

Birrul Walidain



Birrul Walidain

Kalimat Birrul Walidain sudah dikenal oleh semua umat islam, namun sedikit yang tahu makna dan pelaksanaannya, dari itu saya akan membahas tuntas masalah Biirul Walidain, selamat membaca !!

            Birru berasal dari kata barra yang artinya berbuat baik sedangkan waalidain asal katanya walada yang artinya melahirkan sedangkan waalid orang yang melahirkan dan waalidain adalah dua orang yang melahirkan namun di artikan sebagai ke dua orang tua jadi Birrul walidain berbakti pada orang tua.
            Syariat islam sangat menganjurkan agar kita semua berbakti kepada orang tua kita, sebagaimana dalam ayat-ayat alqur’an dan mutiara-mutiara hadist nabi yang tersebar dalam kitab-kitab ahadist annabawiyah. Contoh
            WALA TAQUL LAHUMA UFFIN WALA TANHAR HUMA WAQUL
            LAHUMA QOULAN KARIMAN”
 
            “dan jangan lah kamu mengatakan kepada keduanya kata Uff (Cacian) dan jangan kamu gertak keduanya tapi katakanlah kepada keduanya perkataan-perkataan yang mulia”.

            Hadits Nabi SAW. 
             “BIRRU ABA’AKUM TABIRRUKUM ABNA’UKUM”
            “Berbaktilah pada orang tuamu niscaya kamu akan dimuliyakan oleh
anak-anakmu”

            kalau melihat pada ayat & hadits di atas, itu bisa disimpulkan bahwa syariat islam sangat menganjurkan berbakti pada ke dua orang tua, karena dengan perantara merekalah kita bisa menghirup udara dunia, kita bisa tumbuh, berkembang, & sukses.
            Simaklah kisah berikut ini!
                Al-kisah pada zaman dahulu di salah satu desa, ada sebuah keluarga yang terdiri dari seorang ayah, ibu, kakek yang sudah tua pikun & lumpuh dan seorang anak kecil laki-laki, si kakek sering sakit-sakitan, dan merepotkan keluarga sehingga si ayah yakni anaknya kakek itu sendiri habis kesabarannya dan berencana untuk membuang/membunuh si kakek atau ayahnya sendiri. 
                “Akhuk, akhuk, akhuk, aduuuuuh, aduuuuh, aduuuuh” si kakek batuk dan  merintih  terus menerus 
                “Aduh bapak ni batuk-batuk terus, makanya minum obat!” si ayah mengomel
                “Ga’ aku ga’ mau obat” jawab si kakek 
“Bandel banget ni orang, sebel deh, kalau begini terus si tua bangka ini akan terus bikin susah hidupku” gumamnya dalam hati  
                Semakin lama batuk si kakek semakin parah dan si ayah sudah tidak sabar lagi  
    
                “harus ku singkirkan sekarang ni orang, biar hidupku tenang” ucap si ayah dalam hatinya
                Si ayah tadi mengambil sebuah karung besar, lalu memasukkan si kakek kedalamnya, dan di bawa keluar rumah menuju ke hutan, istrinya menyuruh anaknya, yakni seorang anak laki-laki yang masih kecil itu tuk menyusul ayahnya, anak tersebut langsung mengikuti ayahnya., dan bertanya pada ayahnya.
                “ayah apa isi karung itu??” si anak bertanya 
                “ini kakekmu, ayah akan membuangnya ke hutan” jawab si ayah 
                “lho kenapa ko’ kakek mau di buang yah”  Tanya si anak masih penasaran 
                “kakekmu sudah tua, pikun, sakit-sakitan, sudah tak berguna jadi lebih baik dibuang saja” 
                “O…….., berarti kalau sudah tua & tak berguna tu harus dibuang” pikirnya dalam hati 
                Setelah sampai di hutan, si ayah membuang kakek tadi, yakni bapak kandungnya sendiri dalam keadaan masih terbungkus karung besar. 
                “ayo’ nak kita pulang dah!” ajak si ayah pada anaknya setelah membuang si kakek tadi
                “lho ko’ karungnya tidak dilepas yah” protes si anak  
                “ biarkan saja, memang  buat apa lagi karung itu?” jawab si ayah 
                “ya biar ku simpan nanti kalau aku sudah besar dan ayah sudah tua, pikun dan sering sakit-sakitan, aku akan pake’ karung itu untuk membuang ayah ke hutan biar cepet mati” cetus si anak, polos
                Si ayah tadi langsung sadar bahwa kalau dirinya berbuat jahat pada bapaknya suatu saat nanti anaknya juga akan berbuat jahat padanya, akhirnya dia membawa pulang si kakek tadi. Dan mulai saat itu si ayah tadi merawat si kakek di rumahnya. 

Wassalam,..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar