Ziaroh 10 Ulama’ Kab. Probolinggo
Part 1
Sudah menjadi kabisaaan
kaum muslimin berziarah ke makam/kuburan keluarga, guru, kerabat dan para wali
khususnya bagi warga Nahdliyin. Hal tersebut tidaklah bertentangan dengan
ajaran Nabi Muhammad SAW, karena banyak riwayat yang menjelaskan bahwa Sang
Nabi sering mengunjungi/ ziaroh ke kuburan kerabatnya dan juga ke kuburan
syuhada’ uhud. Hal itu di pertegas oleh sabdanya “ " كنت نهيتكم عن زيارة القبر فزوروها
Hal
itulah yang menginspirasi saya untuk
terus melestarikan tradisi yang sarat manfaat dan berkah ini. Karena ada
beberapa manfaat yang bisa kita petik dari ziarah, di antaranya :
1. Mengingat mati
2. Amal Sholih (Baca Al-qur’an,
Dzikir dan Do’a)
3. Meneladani perjuangan
orang-orang terdahulu
4. Wisata Religi
(jalan2 yg berpahala)
Sahabat, kali ini
saya akan berbagi pengalaman saya ziaroh ke beberapa makam/maqbaroh ulama’ yang
berada di beberapa tempat di kabupaten Probolinggo, khususnya lintas kecamatan
(Gading-Krejengan-Paiton-Kraksaan-Pajarakan-Maron). Berikut Nama-nama Ulama’
tersebut :
1. Alm. Kh. Ahmad
Muhibban, Wangkal Gading
2. Alm. Kh. Moh.
Ihya’ Ulumuddin, Kamalkuning Krejengan
3. Alm. Kh. Kholili
dan Alm. Kh. Rofi’I, Sentong Krejengan
4. Alm. Kh. Zaini
Mun’im dan Alm. Kh. Hasan Abd. Wafi, Karanganyar Paiton
5. Alm. Kh. Minu,
Kalikajar Paiton
6. Alm. Kh. Badri
Masduqi, Sidopekso Kraksaan
7. Alm. Habib Hamid
bin Syeckh Al-Habsyi dan Habaib lainnya, Pato’an Kraksaan
8. Alm. Kh. Maksum
dan Kh. Nurul Huda, Kapasan Pajarakan
9. Alm. Kh. Hasan
dan Kh. Hasan Saifur Rijal, Genggong Pajarakan
10. Alm. Habib
Husein dan Haba’ib lainnya, Brani Maron
Pada beberapa hari
menjelang tahun baru 2015, saya berinisiatif untuk mengisi tahun baru 2015
dengan kegiatan yang bermanfaat, karena sebagaimana dalam artikel sebelumnya
saya mempunyai segudang agenda yang harus saya perjuangkan di tahun 2015. Hal
itu saya sharekan dengan salah satu junior saya, yang saya anggap sebagai adik
sendiri, karena visi misi kami sama. Dia adalah Maulana Hakiki, seorang anak
yang masih berusia sekitar 17 thn namun sudah bisa berfikir maju, layak anak
usia 25 thn. Hehehe
Setelah
bermusyawarah, kami sepakat akan ziaroh pada tanggal 02-01-2015 dengan beberapa
alasan, yaitu :
1. Hari itu
bertepatan dengan hari Jum’at Mubarokah
2. Menghindari
hiruk pikuk tahun baru
3. Peziarohnya punya waktu senggang, karena
pada hari lainnya semuanya sibuk/sok sibuk. Hehehe
Akhirnya kami berangkat pada sekitar jam 10
pagi, kami (peziaroh) terdiri dari empat orang :
1. Saya: Ahmad Muzammil, S.Pd.I (insya Allah
prtengahan/akhir thn ini M.Pd, do’akan ya. Hehehe)
2. Bapak saya : Tinggal (namanya unik ya?? Gak
masalah, yg penting orangnya sangat baik dan beliau adalah salah satu pecinta
Ulama’ Sejati. Do’akan semoga beliau panjang umur dan selalu dalam lindungan
Allah. Dan do’akan semoga saya bisa mengubah nama beliau menjadi H. Abdullah)
3. Junior saya : Maulana Hakiki bin H. Syakur,
putra daerah sumberwatu kaliacar (masih kelas 3 MAK Nurul Jadid, planning kenepannya akan kuliyah di
IAINJ dengan mengambil 2 jurusan sekaligus (Ekonomi Syari’ah dan Ilmu Qur'an dan Tafsir) kita
do’akan semoga semua planingnya lancer dan sukses.
4.
Santri PPSM : Arif Fernando, (namanya gaul abis ya?? Hehe, dia seorang
siswa kls 1 MA. Sunan Ampel kamalkuning krejengan, kita do’akan semoga bisa
mengharumkan nama PPSM dengan prestasi-prestasinya).
Prosesi Ziaroh, kami memulai ziaroh kami dari
kediaman (Dusun Sumber Cangkelek) menuju desa wangkal, tepatnya maqbaroh Alm.
Kh. Ahmad Muhibban, yang berada di tengah-tengah komplek PP. Miftahul Jannah
wangkal. Di kompek maqbaroh tersebut terdapat tiga makam, yaitu :
1. Maqbarohnya Alm. Kh. Ahmad Muhibban sebagai
pendiri dan pengasuh pertama PP. Miftahul Jannah
2. Maqbarohnya Almh. Nyai Hj. Nurul Fadhilah,
Istri Kh. Ahmad Muhibban
3. Maqbarohnya Almh. Nyai Hj. Sho’imah Arifin,
Istri Kh. Zainal Arifin atau menantu Alm. Kh. Ahmad Muhibban
Kegiatan Ziaroh diawali dengan membaca surat
yasin dan tahlil, untuk menyingkat waktu hal itu tidak dilakukan dengan baca
bersama/berjama’ah, mengingat kalau baca berjama’ah itu membutuhkan waktu yang
agak lama, sementara maqbarah yang akan di ziarahi masih banyak. Setelah baca
yasin dan tahlil kami berdo’a :
1. Berdo’a memohon Maghfirah kepada Allah untuk
Shohibul Maqbaroh
2. Berdo’a kepada Allah mudah-mudahan kami
selaku pemuda Islam bisa meniru jejak dan bisa meneladani perjuangan Ulama’.
3. Berdo’a kepada Allah mudah-mudahan kami bisa
istiqomah dalam semua hal kebaikan.
4. Berdo’a kepada Allah mudah-mudahan kami
diberi taufiq dan hidayah.
5. berdo’a kepada Allah mudah-mudahan kami
diberi kemudahan dalam segala hal dan diqabulkan segala do’a dan hajat kami,
hajat dunia maupun akhirat.
Selesai melaksanakan semua kegiatan di komplek
maqbaroh, kami beranjak menuju kecamatan krejengan, tepatnya di desa
kamalkuning komplek PP. Subulul Ma’arif untuk ziaroh kepada Ulama’ ke 2 yaitu
Alm. Kh. Moh. Ihya’ Ulumuddin. Siapakah Beliau?? Temukan jawabannya di artikel
berikutnya, lanjutan dari artikel ini. Sebelum kami berangkat kami sempat
mendokumentasikan foto kami di maqbaroh Alm. Kh. Ahmad Muhibban.
Bersambung ke part 2,.....................


Tidak ada komentar:
Posting Komentar