Selasa, 06 Januari 2015

Wisata Religi



Ziaroh 10 Ulama’ Kab. Probolinggo
 Part 1
               

    

      Sudah menjadi kabisaaan kaum muslimin berziarah ke makam/kuburan keluarga, guru, kerabat dan para wali khususnya bagi warga Nahdliyin. Hal tersebut tidaklah bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW, karena banyak riwayat yang menjelaskan bahwa Sang Nabi sering mengunjungi/ ziaroh ke kuburan kerabatnya dan juga ke kuburan syuhada’ uhud. Hal itu di pertegas oleh sabdanya “   " كنت نهيتكم عن زيارة القبر فزوروها
              
  Hal itulah yang menginspirasi  saya untuk terus melestarikan tradisi yang sarat manfaat dan berkah ini. Karena ada beberapa manfaat yang bisa kita petik dari ziarah, di antaranya : 

                1. Mengingat mati

                2. Amal Sholih (Baca Al-qur’an, Dzikir dan Do’a)

                3. Meneladani perjuangan orang-orang terdahulu 

                4. Wisata Religi (jalan2 yg berpahala)

                Sahabat, kali ini saya akan berbagi pengalaman saya ziaroh ke beberapa makam/maqbaroh ulama’ yang berada di beberapa tempat di kabupaten Probolinggo, khususnya lintas kecamatan (Gading-Krejengan-Paiton-Kraksaan-Pajarakan-Maron). Berikut Nama-nama Ulama’ tersebut : 

                1. Alm. Kh. Ahmad Muhibban, Wangkal Gading

                2. Alm. Kh. Moh. Ihya’ Ulumuddin, Kamalkuning Krejengan 

                3. Alm. Kh. Kholili dan Alm. Kh. Rofi’I, Sentong Krejengan 

                4. Alm. Kh. Zaini Mun’im dan Alm. Kh. Hasan Abd. Wafi, Karanganyar Paiton 

                5. Alm. Kh. Minu, Kalikajar Paiton 

                6. Alm. Kh. Badri Masduqi, Sidopekso Kraksaan 

                7. Alm. Habib Hamid bin Syeckh Al-Habsyi dan Habaib lainnya, Pato’an Kraksaan 

                8. Alm. Kh. Maksum dan Kh. Nurul Huda, Kapasan Pajarakan 

                9. Alm. Kh. Hasan dan Kh. Hasan Saifur Rijal, Genggong Pajarakan 

                10. Alm. Habib Husein dan Haba’ib lainnya, Brani Maron

                Pada beberapa hari menjelang tahun baru 2015, saya berinisiatif untuk mengisi tahun baru 2015 dengan kegiatan yang bermanfaat, karena sebagaimana dalam artikel sebelumnya saya mempunyai segudang agenda yang harus saya perjuangkan di tahun 2015. Hal itu saya sharekan dengan salah satu junior saya, yang saya anggap sebagai adik sendiri, karena visi misi kami sama. Dia adalah Maulana Hakiki, seorang anak yang masih berusia sekitar 17 thn namun sudah bisa berfikir maju, layak anak usia 25 thn. Hehehe 

                Setelah bermusyawarah, kami sepakat akan ziaroh pada tanggal 02-01-2015 dengan beberapa alasan, yaitu : 

                1. Hari itu bertepatan dengan hari Jum’at Mubarokah 

                2. Menghindari hiruk pikuk tahun baru

3. Peziarohnya punya waktu senggang, karena pada hari lainnya semuanya sibuk/sok sibuk. Hehehe  

Akhirnya kami berangkat pada sekitar jam 10 pagi, kami (peziaroh) terdiri dari empat orang : 

1. Saya: Ahmad Muzammil, S.Pd.I (insya Allah prtengahan/akhir thn ini M.Pd, do’akan ya. Hehehe)

2. Bapak saya : Tinggal (namanya unik ya?? Gak masalah, yg penting orangnya sangat baik dan beliau adalah salah satu pecinta Ulama’ Sejati. Do’akan semoga beliau panjang umur dan selalu dalam lindungan Allah. Dan do’akan semoga saya bisa mengubah nama beliau menjadi H. Abdullah)

3. Junior saya : Maulana Hakiki bin H. Syakur, putra daerah sumberwatu kaliacar (masih kelas 3 MAK Nurul  Jadid, planning kenepannya akan kuliyah di IAINJ dengan mengambil 2 jurusan sekaligus (Ekonomi Syari’ah dan Ilmu Qur'an dan Tafsir) kita do’akan semoga semua planingnya lancer dan sukses.

4.  Santri PPSM : Arif Fernando, (namanya gaul abis ya?? Hehe, dia seorang siswa kls 1 MA. Sunan Ampel kamalkuning krejengan, kita do’akan semoga bisa mengharumkan nama PPSM dengan prestasi-prestasinya). 

Prosesi Ziaroh, kami memulai ziaroh kami dari kediaman (Dusun Sumber Cangkelek) menuju desa wangkal, tepatnya maqbaroh Alm. Kh. Ahmad Muhibban, yang berada di tengah-tengah komplek PP. Miftahul Jannah wangkal. Di kompek maqbaroh tersebut terdapat tiga makam, yaitu : 

1. Maqbarohnya Alm. Kh. Ahmad Muhibban sebagai pendiri dan pengasuh pertama PP. Miftahul Jannah

2. Maqbarohnya Almh. Nyai Hj. Nurul Fadhilah, Istri Kh. Ahmad Muhibban

3. Maqbarohnya Almh. Nyai Hj. Sho’imah Arifin, Istri Kh. Zainal Arifin atau menantu Alm. Kh. Ahmad Muhibban

Kegiatan Ziaroh diawali dengan membaca surat yasin dan tahlil, untuk menyingkat waktu hal itu tidak dilakukan dengan baca bersama/berjama’ah, mengingat kalau baca berjama’ah itu membutuhkan waktu yang agak lama, sementara maqbarah yang akan di ziarahi masih banyak. Setelah baca yasin dan tahlil kami berdo’a : 

1. Berdo’a memohon Maghfirah kepada Allah untuk Shohibul Maqbaroh

2. Berdo’a kepada Allah mudah-mudahan kami selaku pemuda Islam bisa meniru jejak dan bisa meneladani perjuangan Ulama’.

3. Berdo’a kepada Allah mudah-mudahan kami bisa istiqomah dalam semua hal kebaikan.

4. Berdo’a kepada Allah mudah-mudahan kami diberi taufiq dan hidayah.

5. berdo’a kepada Allah mudah-mudahan kami diberi kemudahan dalam segala hal dan diqabulkan segala do’a dan hajat kami, hajat dunia maupun akhirat. 

Selesai melaksanakan semua kegiatan di komplek maqbaroh, kami beranjak menuju kecamatan krejengan, tepatnya di desa kamalkuning komplek PP. Subulul Ma’arif untuk ziaroh kepada Ulama’ ke 2 yaitu Alm. Kh. Moh. Ihya’ Ulumuddin. Siapakah Beliau?? Temukan jawabannya di artikel berikutnya, lanjutan dari artikel ini. Sebelum kami berangkat kami sempat mendokumentasikan foto kami di maqbaroh Alm. Kh. Ahmad Muhibban. 

Bersambung ke part 2,.....................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar