Segudang Harapan
di Tahun Baru
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Sahabat Muslim
Rahimakumullah, Alhamdulillah detik ini kita sudah memasuki hari ke 2 Tahun 2015. Tiada ungkapan paling
indah yang harus kita ucapkan selain ungkapan rasa syukur kehadirat Allah Azza
wa Jalla, Karena kita masih diberi kesempatan untuk menjalani kehidupan di
dunia ini, semoga kita selalu dalam lindungan dan limpahan RahmatNya, Amin.
Kemaren
(01-01-2015), jalanan di penuhi oleh pemuda-pemudi yang berwajah sumringah dan
penuh semangat menuju tempat-tempat rekreasi, sebagai ajang silaturrahim dengan
keluarga, tempat melepas penat, tempat ajang mengumbar nafsu (yang ini harus di
hindari,… hehehe). Selain itu, tentu ada segudang agenda dan harapan yang sudah
di rencanakan guna mengisi tahun baru ini. Hal ini sudah fitri bagi insan aqil,
mudah-mudahan segudang harapan tersebut bisa dicapai, dan berkah. Amin
Akan tetapi
mungkin bagi sebagian sahabat masih bingung dengan apa yang akan di lakukan, di
agendakan dan di perjuangkan pada tahun ini, bener kan?? Ma’af kalau saya so’
tau,… hehehe
Izinkanlah saya
memberikan sedikit info atau sekedar sharing dengan para sahabat tentang apa
yang bisa kita lakukan dan perjuangkan, tentunya yang sarat dengan nilai
keislaman dan bisa memberikan maslahah pada kehidupan dunia ini.
Sebelumnya saya
akan curhat/ share dulu tentang segudang bahkan 2/3 gudang agenda yang akan
saya perjuangkan di tahun ini dengan semangat 45. Hehehe tidak hanya itu, insya Allah akan saya ajukan
langsung kepda Allah, tentunya dengan wasilah Riyadloh (Full Shalat Jama’ah,
Sholat Sunah Rawatib, sholat Taubah,
Sholat Hajat, Sholat Tahajud, Sholat dluha, tilawah qur’an, puasa
senin-rabu-kamis, shodaqoh dan amalan-amalan yang bermanfaat lainnya).
Mungkin para
sahabat berkomentar “banyak amat sich??”, ya begitulah! Karena apabila ada
segudang agenda/harapan yang ingin di capai, maka usahanya juga harus segudang
juga Doenk!! betul nggak?? . Mudah-mudahan bisa istiqomah, Amin,..
Ok sahabat,
cita-cita saya dari dulu adalah 3DW (Dosen, Da’I, Dubes & Writer). Ini sudah
terkonsep di benak saya sejak tahun 2010 yang lalu, alasannya saya pengen jadi
dosen, ya karena menurut saya dosen tu mulia, (mengajar, mengabdi,
meneliti dan mengembangkan peradaban
manusia), meskipun katanya dosen tu “bukune sa’dos dan duwe’e sa’sen” (bukunya
banyak tapi uangnya sedikit) hehehe,.. tu hanya guyonan aja ya,.. selanjutnya
saya ingin jadi Da’I, motivasinya untuk membangun generasi yang islami dan
qur’ani. D yang ketiga adalah Dubes, saya ingin jadi Dubes di Negara Brunei
Darussalam, karena Negara ini sangat kental dengan tsaqofah islamiyah, dan
motivasinya saya ingin memfasilitasi pelajar Indonesia yang akan menuntut ilmu
di Negara kaya tersebut. Dan yang
terakhir adalah W (writer/penulis), khususnya buku2 sejarah dan motivasi
keislaman, motivasi saya karena saya ingin kelak meskipun saya sudah tiada
(wafat) saya masih di kenal oleh generasi penerus bangsa karna karya-karya
saya, dan semoga karya itu bisa jadi amal jariyah bagi saya. Untuk lebih
lengkapnya silahkan di cek pada article “Shoutu qolbi” di blog ini juga.
Nah di tahun
baru ini, saya merefresh cita-cita tersebut dengan format baru, Alhamdulillah
saat menulis article ini, saya sudah berhasil mencapai salah satu cita-cita di
atas (3DW), yaitu Dosen, ya saya sudah menjadi salah satu dosen di kampus
INZAH, khususnya di Fakultas Tarbiyah, jurusan PBA, ya meskipun masih 2 sks,
hanya materi sharraf 2 to’, tapi ga’ apa-apa, saya kira ini adalah jalan menuju
kesuksesan-kesuksesan lainnya.
Sahabat! Setelah
membaca buku”Energi Sukses” karya seorang peraih gelar Doktor termuda di Cairo
Mesir, beliau adalah Ustd. Dr. Miftahur Rahman el-banjari (Da’I, motivator,
Penulis, Pengusaha muda) ini, saya sangat termotivasi untuk bisa meniru jejak
beliau. Sehingga timbullah di benak saya untuk segera bangkit dan mempersiapkan
diri menjemput puncak kesuksesan saya di masa depan, tentunya dengan berusaha
secara maksimal di tahun 2015 ini. Dan target saya adalah sebagai berikut :
1. Usia 26
(21-April 2015 seterusnya) bisa menjadi Master (lulus S2)
2. Usia 27 (21
April 2016 seterusnya) bisa jadi Penulis dan sudah punya pendamping hidup (Istri shalihah, jamilah, alimah, ghaniyah, muthi’ah wa qonitah),… hehehe
3. Usia 28 (21
April 2017) bisa jadi pengusaha sukses dan kaya
4. Usia 30 (21
April 2019) bisa jadi Doktor bidang bahasa Arab dan SPI
5. Usia 35 (21
April 2024) bisa jadi Da’I dan penelitian ke luar negri
6. Usia 40 (21
April 2029) bisa Jadi Dubes
7. selanjutnya :
Pengabdian di lembaga sendiri, Masyarakat, Agama dan Negara
Itulah sebagian
dari cita-cita saya, dan masih ada segudang cita-cita lainnya yang saya kira
tidak perlu saya sharing semua disini. Apakah saya bisa mencapai semua
cita-cita tersebut?? Wa Allahu A’lam (hanya Allah yang Maha Tahu), kewajiban
kita hanya berdo’a dan berusaha selebihnya kita harus tawakkal kepada Allah,
dan saya yakin Allah akan memberikan yang terbaik pada saya. Karena Allah tidak
pernah dan tidak akan pernah Dholim pada hambanya (wa ma Rabbuka bi dhollamin
lil Abid).
Nah sekarang
saatnya saya akan infokan kira-kira apa saja yang perlu di lakukan dan
diperjuangkan guna mengisi tahun ini dan tahun-tahun yang akan datang.
Pertama silahkan
tuliskan 100 cita-cita yang ingin anda capai, mulai dari cita-cita yang paling
kecil sampai cita-cita besar misalkan : Dapat IPK yang tinggi, dapat Beasiswa,
silaturrahim, Ziaroh, camping, jalan-jalan, memberikan hadiah kepada orang yang
kita sayangi, hafal juz amma, bisa bahasa Arab/inggris……… sampai jadi
Bupati/gubernur/DPR bahkan Presiden.
Selanjutnya
Tuliskan semuanya pada kertas dan tempelkan kertas tersebut di dinding yang
sering dilihat oleh anda, baca tulisan itu setiap akan tidur dan setelah tidur,
bacakan fatihah setiap anda membacanya iringi dengan Shalawat dan Istighfar,
selain itu tiap hari komitmen tuk melakukan hal-hal positif yang lebih baik
dari hari-hari kemaren.
Selain itu,
ucapkan/ share semua keinginan anda kepada orang yang bisa memberikan motivasi
kepada anda misal kepada Sahabat, guru, orang tua, kakak dan orang2 terdekat
lainnya, sekaligus minta do’a kepada mereka khususnya kepada orang tua, karena
do’a orang tua kepada anaknya sangat mustajab bagaikan do’a seorang Nabi kepada
Umatnya (Du’aul walid liwaladihi ka du’ain Nabi li ummatihi).
Dan ada cara
yang lebih super lagi, hal ini penulis dapat dari Ustd YM dan sudah di
praktekkan oleh penulis sendiri, yaitu :
1. Riyadloh
seperti yang telah di paparkan di atas
2. sebelum dan
sesudah do’a kita Istighfar – Shalawat
dan Hamdalah minimal 3 kali
3. setiap ketemu dengan apa yang kita inginkan kita bacakan fatihah, misal : kita sedang di toko tuk beli-beli, kita beli-beli sambil berdo’a dalam hati “Ya Allah semoga saya bisa punya usaha toko seperti ini Al-fatihah), ketemu mobil bagus kita baca Fatihah, ketemu Rumah indah baca fatihah, ketemu orang Alim baca fatihah. Saya (Penulis) sendiri sudah mempraktekkan hal tersebut, bahkan karena saya masih STMJ (sudah tua masih jomblo,… hehehe ) saat ketemu cewek cantik berjilbab saya pun baca fatihah semoga dapat jodoh yang seperti cewek tersebut. Hehehe lagi,….
3. setiap ketemu dengan apa yang kita inginkan kita bacakan fatihah, misal : kita sedang di toko tuk beli-beli, kita beli-beli sambil berdo’a dalam hati “Ya Allah semoga saya bisa punya usaha toko seperti ini Al-fatihah), ketemu mobil bagus kita baca Fatihah, ketemu Rumah indah baca fatihah, ketemu orang Alim baca fatihah. Saya (Penulis) sendiri sudah mempraktekkan hal tersebut, bahkan karena saya masih STMJ (sudah tua masih jomblo,… hehehe ) saat ketemu cewek cantik berjilbab saya pun baca fatihah semoga dapat jodoh yang seperti cewek tersebut. Hehehe lagi,….
Kesimpulan dari
apa yang sudah di paparkan diatas adalah : kunci sukses dunia dan akhirat
adalah : Dzikir (membersihkan jiwa), Usaha (belajar dan berkarya), Do’a dan
tawakkal atau istilah lainnya (DUIT)
Doa, Usaha, Iman, Taqwa.
Sahabat ada yang
berpendapat bahwa ga’ usah banyak berdo’a, yang penting selalu berdzikir kepada
Allah itu sudah cukup, dan Allah akan mencukupi segala kebutuhan dan hajatnya,
dan ada yang berpendapat kita juga sangat di anjurkan tuk selalu berdo’a,
manakah yang lebih afdhol antara Dzikir dan Do’a? temukan jawabannya di article
berikutnya dgn judul “Dzikir Vs Do’a”. selamat membaca!!
Terakhir saya
akan mengutip ungkapan bapak Mario Teguh
“lakukanlah apa
yang harus anda lakukan, hindari yang harus anda hindari lalu perhatikan apa
yang akan terjadi”,…
Selamat berjuang
sahabat,… semoga kita bisa berjumpa di Puncak kesuksesan,…
Wassalamu’alaikum,
semoga berkah dan berlimpah!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar